Tukul 'Reynaldi' Arwana | Quick Thinking & Response
Sponsored by Kerajinan Kapal

Villa di Bali



Hosting Murah

Hosting Indonesia

World Silent Day

Blog Hosting Indonesia, Domain Name, dan Bali Web Design

 


Web Statistic
eXTReMe Tracker
Hosting Indonesia

3 December, 2008 |

Tukul Arwana tinggalkan Empat Mata

Tukul Arwana, tokoh utama dalam Empat Mata di Trans7, mulai malam ini sampai sebulan ke depan tak lagi menghibur pemirsanya. “Aku pasrah karo sing gawe urip (pasrah kepada Tuhan). Jiwa besar lapang dada, diperpanjang apa tidak, enggak masalah,” kata Riyanto, nama asli Tukul Arwana ihwal acaranya yang dihentikan oleh Komisi Penyiaran Indonesia mulai Selasa (4/11) ini.

Pria kelahiran Perbalan, Purwosari, Semarang, 16 Oktober 1963,  ini ketika dihubungi Tempo mengaku belum diberitahu oleh manajemen Trans7. Ia sudah siap lahir batin apapun yang terjadi dengan “sawah ladang” di Empat Mata. “Sebagai host saya cuma bekerja, tidak lebih dari itu,” katanya.

Menurut Tukul, awalnya sering dilibatkan dalam menentukan kelayakan topik dan materi Empat Mata. Bentuk pelibatannya, kata dia, antara lain ia diminta pertimbangan setiap topik yang hendak ditampilkan. Belakangan, Tukul jarang dmintai saran.

“Tapi, saya selalu bertanya. Apakah ini sudah dipertimbangkan, dipikirkan masak-masak? Mereka, produser dan tim kreatif Empat Mata, selalu menjawab sudah. Enggak bahaya, ya sudah…,” tuturnya. “Artinya, yang bertanggung jawab materinya mereka (tim kreatif dan produser Empat Mata). Saya enggak ngerti, tugasku hanya menghibur.”

Ia mengakui, pembagian tugas dalam Empat Mata peran dirinya cuma menciptakan suasana hiburan yang segar, menyenangkan, dan gampang dicerna pemirsa. Hasilnya, “Terbukti sudah 550 episode, pemirsanya betah nonton,” ujarnya.

Tak bermaksud sombong. Berjuta-juta pemirsa Empat Mata, katanya, merasa terhibur. Kabar itu ia peroleh dari berbagai komentar baik langsung maupun melalui orang lain. Orang Indonesia yang berada di mancanegara pun gandrung dengan tayangan Trans7 saban Senin sampai Jumat itu.

Agedan makan kodok hidup dan mengundang Sumanto, si pemakan mayat, Tukul tak bersedia menjelaskan alasan materi itu yang menjadi pilihan. “Betul, saya tidak mengerti sama sekali. Itu urusan tim. Tugas saya tidak memikirkan materi, tapi bagaimana menghibur pemirsa.”

Hubungan selanjutnya dengan Trans7, Tukul belum tahu. Yang jelas, dari 550 eposiso Empat Mata, kata Tukul, kontrak dengan Trans TV dibikin setiap episode. Tidak pernah ada episode cadangan. “Kalau sekarang Empat Mata ditutup, tidak apa-apa.” Tukul tidak risau. “Ini ujian agar saya instrospeksi. Saya tidak menyalahkan siapa-siapa,” ucapnya.

“Artinya, Allah masih sayang kepada hambanya. Ini bagus, suerr…. Nangkepnya harus positif. Kalau direspons negatif, saling menyalahkan, menjadi makin buruk,” kata pelawak yang mengaku sudah membanyol sejak kelas empat sekolah dasar itu. Dan, penonton sering disuguhi ucapan khas Tukul: puas puas….
Elik S.

Sumber : http://www.tempointeraktif.com

5 comments to “Tukul Arwana tinggalkan Empat Mata”

odaypele, December 11th, 2008 at 7:59 pm:

vlakapu, April 24th, 2009 at 2:23 am:

  • Wah mas tukul lam kenal ya…kapan audisi pengganti mas tukul..gajinya mahal soalnya…ha..ha..ha

Frida, April 28th, 2009 at 2:35 am:

rahmandz, May 11th, 2009 at 6:27 pm:

  • gw tau knapa mas tukul ganti nama acara nya
    coz yg nama nya 4 mata kan cuman be 2, tp ngobrol nya rame2 makanya di ganti
    gitu kan mas??
    yaaa kaaan……

    by: rahman (wong bekasi)

tabutuqelel, January 15th, 2010 at 5:55 pm:

Your comment:

You must be logged in to post a comment.

Proudly dedicated for Tukul Arwana from Hosting Indonesia hosted by Hosting Indonesia
Ngerti po ora boso kuwi mas? Bali wae ning ndeso yen ra mudeng ... hehehe
Hak cipta ditanggung sendiri oleh pembaca - Isi dari website bukanlah pernyataan resmi atau mendeskreditkan Tukul Arwana.
Isi adalah semangat kebersamaan para pecinta Tukul Arwana. Website ini berstatus BO (Bimbingan Orangtua)
Semua isi bertujuan untuk kocok-kocok perut Anda, tanyalah kepada Orang Tua bila tidak ngerti maksud bahasa diatas
Generasi muda sekarang lebih suka bahasa kota drpd bahasa NDESO. Bahasa NDESO lebih dimengerti oleh orang tua Anda.
Ajarkanlah Anak Anda Bahasa Ndeso, baru Bahasa Kota, trus Bahasa lain (Inggris, Belanda, Bali, Sumba, Papua, dll).
Ojo lali kowe Le, asalmu ki teko ndeso, pelosok, hutan sana lo, melu boso ndeso artine melestarikan budayamu dewe,
ben ra punah. Conto'nen masmu Tukul Arwana kuwi.

free download mp3 indonesia - www.warungmp3.com