Pages
-
Archives
-
Categories
-
Link List
-
Bale Bengong
Bali Blogger Community
Bali Photo Journalism
Bali Villas
Bali Web Design
Bisnis Tokek
Blog Hosting & Design
Busby SEO Test
Hendra
Hosting Indonesia
Hosting Murah
Info HandphoneTerbaru
Jalan-Jalan di Bali
Lombok Hosting
Miniatur Kapal
Mojokerto
Paket Wisata Bali
Pose Ekstrim !
Trans|7
Travel di Surabaya
Versi Ndeso
Villa di Bali
Wisata Bali
Wisata Bawah Laut
30 January, 2007 |
Tarif Tukul Makin Mahal
Presenter kocak Tukul Arwana makin melejit. Di luar acara televisi atau kegiatan off air, Tukul pasang tarif Rp 30 juta sekali tampil. “Bilangin sama orang itu, kalau tidak Rp 30 juta tidak usah,” kata Tukul kepada asistennya bernama Teguh.
Di usia 43 tahun, Tukul Arwana yang bernama asli Tukul Riyanto ini menikmati masa kejayaan yang luar biasa. Lewat acara Empat Mata yang ditayangkan stasiun televisi Trans 7, Tukul benar-benar melejit. Rating Empat Mata melonjak sehingga tayangan pun digelar setiap hari selama lima hari penuh (Senin-Jumat).
Di sela syuting Empat Mata di Studio Hanggar pekan lalu, telepon Tukul berdering karena ada pendengar yang ingin mengundang Tukul untuk kegiatan off air. Telepon pun dialihkan ke asistennya. Tukul bilang bahwa angka Rp 30 juta masih tergolong murah untuk orang setenar dirinya saat ini. “Biarlah, yang penting sering. Saya tak mau langsung menaikkan tarif dengan memanfaatkan ketenaran,” kata Tukul.
Selain lima kali di Trans 7, Tukul juga mengisi acara di RCTI dengan tajuk Catatan Tukul dua kali sepekan. Dengan demikian, sepekan penuh Tukul tampil di televisi. Tapi ia menolak menyebutkan tarif sekali tampil. Andri Lunggana, produser acara yang dibintangi Tukul, juga bungkam. Tapi sumber-sumber Warta Kota menyebutkan Tukul dalam sekali tampil di televisi, Tukul bisa mengantongi Rp 20 juta. Bisa dibayangkan berapa pendapatan Tukul dalam sepekan, sebulan, atau setahun.
Tukul selalu ceria dan percaya diri (PD). Tapi di balik keceriaannya, Tukul Arwana (43) menyimpan kisah sedih. Ia baru kehilangan buah hati. Ya, dua kali istrinya, Ny Susiana, keguguran. Padahal, Tukul mengaku ingin memiliki momongan lagi setelah sebelumnya mempunyai Novita, putri semata wayangnya. Walaupun sedih, Tukul ternyata dapat menyembunyikannya di balik lawakannya. Ia bisa membuat orang tertawa terpingkal-pingkal, padahal di dalam hati ia sempat menangis.
Demikian pula saat break syuting siaran langsung Empat Mata, kedua mata Tukul tiba-tiba diserang rasa kantuk. Demi keluarga dan pekerjaan yang ia cintai, Tukul dengan sigap mengusir rasa kantuknya. Syuting pun dimulai dengan wajah yang tetap ceria. “Kembali ke laptop,” kata Tukul sambil berteriak semangat.
Tukul jenius
Tukul Arwana mulai dipercaya menjadi host nyentrik di sebuah program talkshow televisi Empat Mata sejak Juni 2006. Berkat penampilannya yang cemerlang di acara itu, nama Tukul melejit. Ucapan-ucapan Tukul jadi jargon harian, mulai dari “Kembali ke laptop”, “Silent please”, hingga “Puas!? Puas!?”. Sejumlah kalangan mengatakan bahwa sekarang adalah waktu Tukul memperlihatkan bakat emasnya.
Empat Mata benar-benar naik kelas. Awalnya tayang sepekan sekali, lalu jadi setiap hari selama Senin-Jumat, dengan perolehan iklan yang meroket. Bayangkan, jeda iklan di acara ini bisa mencapai lima menit. Soal rating, share acara Empat Mata kini mencapai angka 13,1. Kontrak Tukul pun diperpanjang hingga 260 episode. Itu artinya, bayarannya sebagai host juga naik.
Belum lagi kini RCTI ikutan mengontrak pelawak asal Perbalan, Purwosari, Semarang, Jawa Tengah, untuk acara Catatan Si Tukul yang tayang setiap Senin dan Selasa pukul 10.00. Padahal pelawak lain seperti Eko Patrio, Tessy, dan Komeng hanya membawakan sekali acara Catatan Si… dalam sepekan. Komeng, misalnya, memandu Catatan Si Komeng setiap Rabu saja. Daya jual Tukul kini melebihi para pesaingnya.
Psikolog sosial Sartono Mukadis menyebut Tukul sebagai pelawak jenius, karena dapat berpikir secara cepat (quick thinking). Juru bicara kepresidenan Andi Mallarangeng memuji acara yang dibawakan Tukul sebagai lawakan yang menghibur, segar, santai, serta cerdas.
Pada Minggu kedua Januari 2007, Warta Kota diberi kesempatan beberapa kali oleh Tukul dan kru produksinya untuk melihat secara langsung proses pembuatan acara Empat Mata yang kini menjadi tayangan unggulan bagi televisi yang semula bernama TV7 ini. Saat itu Tukul mengundang aktor kondang Tora Sudiro, presenter seksi Cut Tari, dan komedian Mpok Atiek ke studionya di Pancoran, Jakarta Selatan.
Lain hari, Tukul mengundang kru Band Naif, penyanyi Audy, aktor Indra Birowo, sampai orang penting sekelas Andi Mallarangeng. Di sela-sela kesibukannya, para bintang tamu ’Kelas A’ yang diundang Tukul itu masih menyempatkan diri untuk hadir dan tertawa bersama ayah seorang putri ini.
Sementara di luar studio, sejak sore hari, penonton mulai terlihat datang berduyun-duyun ke studio yang sehari-hari dipakai lokasi syuting MTV Indonesia itu. Biasanya, mereka datang secara berkelompok berdasarkan kesamaan hobi atau pekerjaan. Ada pula yang sama-sama dari satu kampung di wilayah Jabodetabek. Sistem tiket pun mulai diberlakukan bagi penonton yang ingin menyaksikan “Tukul Show” untuk mengantisipasi membeludaknya penonton.
Begitu penonton masuk dengan teratur ke studio 3 dan sebelum syuting dimulai, Tukul yang sudah di make-up tak sungkan-sungkan menyapa penontonnya. Tentu saja, begitu melihat Tukul, penonton langsung tertawa. Apalagi kalau si Tukul bicara. Suara gaduh dan geeerrr… terdengar di seluruh ruangan studio. Tak lama kemudian Tukul mulai mengarahkan penonton untuk menghafalkan kalimat yang terkenal itu, “Kembali ke laptop.”
Namanya juga acara talkshow yang dikemas dibungkus lawakan karena pembawa acaranya memang pelawak, sehingga dapat dipastikan suasana syutingnya berlangsung meriah. Penonton yang melihat langsung sosok Tukul selalu dimanjakan oleh lawakannya yang membuat mulut jadi banyak tertawa dan tubuh menjadi hangat meskipun studionya sudah berpendingin.
Di Empat Mata Tukul benar-benar tampil seperti aslinya. Tidak ada yang ditutup-tutupi. “Ya itulah saya yang sebenarnya, senang bercanda,” ujar Tukul yang mengibaratkan dirinya seperti mata pisau yang jelek, tapi terus diasah hingga menjadi tajam.
Mengasah mata pisau menurut pria yang mengidolakan pelawak Tarzan ini adalah bagaimana seorang pelawak menghargai sebuah proses yang harus dilaluinya. “Sekarang banyak yang ingin jadi artis biar cepat kaya dan ngetop. Mereka tidak mikir bahwa proses itu juga perlu. Saya ini sudah melalui proses yang panjang. Berangkat dari daerah, masuk Radio SK, dan melawak di Jakarta,” tutur Tukul yang menganggap bahwa tidak selayaknya seorang pelawak merasa takut jika dirinya dianggap tidak lucu.
Tukul sangat memegang erat prinsip bahwa yang terpenting dalam hidup adalah proses, dan dia telah menjalaninya selama bertahun-tahun. “Berjuang dengan butiran kristal keringat tentu berbeda dengan mereka yang instan. Saya sudah kenyang diremehkan, dicaci, dan dicibir. Saya jalan dari satu kampung ke kampung yang lain, dari satu panggung ke panggung yang lain. Dan inilah yang sekarang saya terima,” kata Tukul. (kin)
Sumber: Warta Kota
2 comments to “Tarif Tukul Makin Mahal”
iwan sahputra, April 20th, 2007 at 3:32 am:
-
Iyalah mas tukul wajar kalo taraifnya mahal kan daj jadi orbek ( orang bebek ) ha..ha.. sori maksude orang beken. Tapi kalo kita-kita yang undang jangan mahal-mahal ya mas tarifnya. Podo Semarange. Kemaren waktu Pak Wali jadi bintang tamu kok porsi buat beliau dikit banget padahal kita sudah nunggu-nunggo orasinya beliau untuk mepromosikan SPAnya, piye iki lik…Kapan undang Tamara Bleyzinski di 4MATA ? Suwun kang Tukul
riyan_cuex, August 6th, 2007 at 3:28 pm:
-
Mas Tukul kapan ngundang Gita Gutawa?
Aku fans beratnyanya nich.
Undang juga band besar Indonesia yang belum pernah diundang donk.
Your comment:
You must be logged in to post a comment.
Ngerti po ora boso kuwi mas? Bali wae ning ndeso yen ra mudeng ... hehehe
Hak cipta ditanggung sendiri oleh pembaca - Isi dari website bukanlah pernyataan resmi atau mendeskreditkan Tukul Arwana.
Isi adalah semangat kebersamaan para pecinta Tukul Arwana. Website ini berstatus BO (Bimbingan Orangtua)
Semua isi bertujuan untuk kocok-kocok perut Anda, tanyalah kepada Orang Tua bila tidak ngerti maksud bahasa diatas
Generasi muda sekarang lebih suka bahasa kota drpd bahasa NDESO. Bahasa NDESO lebih dimengerti oleh orang tua Anda.
Ajarkanlah Anak Anda Bahasa Ndeso, baru Bahasa Kota, trus Bahasa lain (Inggris, Belanda, Bali, Sumba, Papua, dll).
Ojo lali kowe Le, asalmu ki teko ndeso, pelosok, hutan sana lo, melu boso ndeso artine melestarikan budayamu dewe,
ben ra punah. Conto'nen masmu Tukul Arwana kuwi.














