OPINI ttg TUKUL "REYNALDI" ARWANA
host Empat Mata -
Trans7
website versi:
NdEso V.1 (Dalam taraf pembenahan menuju ke kota)

Anda pandai utk ber-OPINI ? Mas Tukul butuh OPINI & KREATIVITAS Anda. Gimana
analisa Anda tentang Gaya Mas Tukul Arwana serta program EMPAT MATA
di Trans|7 ini dibandingkan yg 'lain-lain'. Coba bedah dan analisakan !! kirim
ke aku[at]hendra.ws Opini yg Ndeso akan dimuat!!
Opini yang Ndeso :
Tukul, Menjual
Kepolosan
Ada kejadian menarik saat saya sedang makan malam di sebuah restoran
padang
ditengah kota Surabaya. Saat itu waktu menunjukkan pukul sepuluh
malam.
Waktu yang sangat larut untuk sebuah makan malam. Setelah makanan
dihidangkan dimeja saya, para pelayan bergegas ke arah televisi dan
segera
merubah channelnya. Sambil makan saya perhatikan ternyata mereka
menonton
channel Trans7. Acara yang saya lihat adalah semacam talk show yang
dibawakan oleh seorang pelawak yang saya tidak ingat namanya tetapi
wajahnya
tidak asing. Samar-samar saya mendengar para pelayan menyebut nama
Tukul, ya
itulah nama host acara talk show tersebut.
Restoran padang yang sudah sepi pengunjung karena memang akan tutup
pada
pukul setengah sebelas itu menjadi ramai dengan gelak tawa pelayan
yang
menonton acara TV itu. Saya menjadi penasaran dan ikut menonton
sambil sibuk
memilih makanan yang tertata rapi dimeja.
Saat menyaksikan tayangan TV itu secara sekilas saya seakan
terhipnotis
untuk terus menontonnya. Mungkin karena suasana restoran yang
menjadi penuh
gelak tawa yang membuat saya tertarik untuk tenggelam dalam suasana
itu.
Dan saat akan jeda iklan ternyata saya baru tahu acara TV itu adalah
bernama
Empat Mata. Jadi inilah acara yang sering dibicarakan oleh
kawan-kawan saya.
Walaupun saya belum pernah menyempatkan diri untuk menontonnya
karena pada
jam-jam ini biasanya saya baru akan pulang kerumah dan kalaupun
dirumah saja
saya lebih memilih menonton film dari channel lain, tetapi malam ini
saya
mendapatkan variasi baru dalam hiburan.
Selesai makan saya tetap menyaksikan acara itu dan begitu jeda iklan
keempat
barulah saya beranjak menuju kasir dan pulang, karena restoran sudah
mulai
ditutupi pintu dan jendelanya, lagipula saya juga sudah sangat lelah.
Pagi harinya hampir semua kawan-kawan saya membicarakan acara tadi
malam.
Entah kebetulan atau apa, saya sudah pulang kerumah selepas Isya,
sekitar
pukul sembilan malam. Dan inilah malam bersejarah bagi saya, karena
saya
sudah berniat untuk menyaksikan acara Empat Mata secara penuh.
Dan benar, segmen pertama sudah dapat membuat saya tertawa
terbahak-bahak,
padahal dirumah hanya saya sendirian yang menonton TV. Dan sejak
saat itu
acara Empat Mata menjadi menu 'wajib' bagi saya setiap malam.
Tukul Arwana begitulah dia menamakan dirinya, seorang host yang
sekarang
memiliki nilai jual yang tinggi, dengan wajah 'berantakan' dan kumis
tipis
yang dipelihara tumbuh disamping seperti kumis ikan arwana. Yang
dulunya
bukan siapa-siapa hanyalah seorang desa yang pergi ke Jakarta
bekerja
menjadi sopir pribadi, kemudian terjun ke dunia entertainment,
menjadi
figuran di panggung lawak, model klip lagu anak-anak, main sinetron,
pembawa
acara dan sekarang menjadi host pada acaranya sendiri.
Acara Empat Mata sendiri menurut saya tidak ada bedanya dengan talk
show
yang lainnya seperti Om Farhan di ANTV, Ceriwis di Trans TV dan
sebagainya.
Pokok acara itu hanyalah bincang-bincang dengan bintang tamu yang
biasanya
artis dan dibumbui dengan lagu juga kuis.
Biasa-biasa sajalah menurut saya. Tetapi yang luar biasa adalah
host-nya.
Tukul membawakan acara ini dengan penuh kepolosan yang benar-benar
alami.
Peran dia membawakan acara menjadi sangat hidup dengan gayanya, juga
omongannya yang kadang mungkin menyakitkan hati bintang tamunya,
tapi justru
itu yang memancing kita untuk tertawa. Background dia yang dari
daerah tetap
dipertahankan tanpa rasa malu, gaya bicaranya yang 'medok' dan
berusaha
berbicara dengan bahasa Inggris yang kacau balau, menjadi tambang
emas bagi
dirinya. Disaat banyak orang dari daerah yang terjun ke dunia
hiburan
berusaha mati-matian merubah imagenya, Tukul justru bertahan dengan
gaya
yang orisinil, lugu, polos dan tidak dibuat-buat. Dan walaupun dia
dari
daerah, tetapi dia memiliki skill melawak secara alami yang tidak
dipunyai
orang kota atau orang yang sok kota.
Dan slogan-slogannya kini rasanya tidak asing di telinga kita,
seperti
"kembali ke laptop!", "tak sobek-sobek mulutmu!", "kembali ke pohon
sana!"
dan sebagainya. Tukul berhasil mempengaruhi penonton yang haus akan
hiburan
ringan yang benar-benar menghibur.
Kalau dibandingkan dengan acaranya Farhan di ANTV, memang acaranya
Tukul
terkesan sangat 'ndeso', tetapi dari kenorakannya itulah banyak
pemirsa
setia Om Farhan yang pindah channel ke Trans7.
Tetapi ada pikiran salam benak saya, apakah dapat bertahan lama
acara ini,
mengingat watak kita yang mudah bosan dan kurang menghargai orang
dengan
sepenuh hati. Juga pekerja seni yang kebanyakan menjadi jual mahal
setelah
acara yang dibintanginya sukses, seperti acara Republik BBM di
Indosiar
beberapa waktu yang lalu yang ironisnya pada puncak kesuksesan malah
menjadi
berantakan dan akhirnya pisah menjadi dua acara yang fokusnya hampir
sama di
dua stasiun TV yang berbeda.
Apakah Tukul dapat tetap menjadi Tukul yang 'ndeso', 'norak', 'kampungan',
'lugu', namun ditunggu-tunggu. Kita lihat saja nanti.
Syafiq Baktir - syafiqblog[at]gmail.com
www.pinggirjalan.blogspot.com
Jl.Teknik Penyehatan Blok
N
Surabaya - Jawa Timur
[ Buku Tamu Tukul
Arwana ] [ Opini & Kreativitas Masyarakat ] [
Kembali ke Habitat ]
|

Diambil dari kapanlagi.com, Mas Tukul berbaju Orange,
sama kek warna favorit kita di Bali Orange

Tukul- pic by pisangkremes.com

Saya, paling kanan dan
Para pecinta Tukul Arwana - Tim
Bali Orange
Communications
Wajah-Wajah Tim Bali Orange
Layanan Bali Orange
[Hosting+Domain]
Pelanggan Bali Orange
|