OPINI ttg TUKUL "REYNALDI" ARWANA
host Empat Mata -
Trans7
website versi:
NdEso V.1 (Dalam taraf pembenahan menuju ke kota)

Anda pandai utk ber-OPINI ? Mas Tukul butuh OPINI & KREATIVITAS Anda. Gimana
analisa Anda tentang Gaya Mas Tukul Arwana serta program EMPAT MATA
di Trans|7 ini dibandingkan yg 'lain-lain'. Coba bedah dan analisakan !! kirim
ke aku[at]hendra.ws Opini yg Ndeso akan dimuat!!
Opini yang Ndeso :
TUKUL ARWANA
“Kembali ke Lap ... top!!!”
Kalimat itulah yang akhirnya jadi khas dan menjadi “trade mark”
untuk acara “Empat Mata” yang disiarkan oleh Trans7 (TV7). Cuman
kesan yang muncul di masa awal penanyangannya adalah kesan … nih
host acara koq harafiah banget … Lazimnya, ketika obrolan dengan
bintang tamu mulai meluas dan tidak fokus, pembawa acara/host akan
segera memotong pembicaraan dengan ucapan ; “kembali ke pertanyaan”,
“kembali ke topik” … eh Tukul Arwana dengan enaknya ngomong …
“Kembali ke Lap ... top!!!”
Kepindahan M. Farhan dari TRANSTV ke ANTV merupakan sebuah langkah
yang cukup menarik perhatian khalayak pertelevisian di Indonesia.
ANTV yang saat itu benar-benar tidak bergairah, begitu FARHAN masuk
menjadi salah satu konseptor format acara ANTV, tidak lama kemudian
ANTV mulai memperlihatkan perubahan-perubahan signifikan. Setelah
sukses membawakan LEPAS MALAM di TRANSTV, Farhan berhasil membuat
sebuah talk show di ANTV … dengan identitas dia yang lebih
terekspose. Tidak tanggung-tanggung acara tersebut dilabeli “OM
FARHAN”. Tidak lama “Om Farhan” menjadi salah satu unggulan ANTV.
Hampir tiap hari kita disuguhi obrolan-obrolan yang ringan sekaligus
mendalam. Kita tidak ragu, kalau M Farhan memang seorang konseptor
acara dan sekaligus host yang kreatif.
Sementara itu, di stasiun TV lain (saat itu masih TV7), setiap
Minggu malam, hadir sebuah acara talkshow serupa dan yang
mengejutkan, acara tersebut dibawakan oleh Tukul Arwana, seorang
komedian. Bisa dibayangkan, “kekhawatiran” penonton ketika melihat
seorang komedian (yang naif, ndeso, katro’, dst) membawa acara yang
teramat sangat “berat” dan “dalam” (paling tidak menurut saya).
Ternyata “kekhawatiran” tersebut justru menjadi keasyikan tersendiri
bagi penonton EMPAT MATA. Yang dirasakan adalah adanya kejutan dan
keterkejutan. Bisa dibayangkan betapa Tukul Arwana yang sebelumnya
tercitrakan ndeso tiba-tiba harus membawakan sebuah acara di mana
dia harus berperan utama dan harus mampu membawa ritme acara
tersebut dari awal sampai akhir.
Ketika (akhirnya) acara tersebut diformat harian, bisa menjadi
alternatif acara yang cukup menggoda untuk ditonton. Seorang M
Farhan, dengan “Om Farhan”-nya, akhirnya harus rela “didahului” 30
menit, oleh “Empat Mata” yang “dikemudikan” oleh Tukul.
Berprospeknya “Empat Mata” dibanding Om Farhan, bisa kita cermati
dengan memilihnya Pepi untuk bergabung dengan EMPAT MATA. Kita tidak
tahu, apakah karena diintimidasi oleh Tukul, kemudian Pepi lebih
memilih bergabung dengan EMPAT MATA.
Kehadiran si Pepi, yang juga pernah hadir di “Om Farhan”, merupakan
penyedap “Empat Mata”. Betapa tidak, Tukul (secara pribadi atau
menurut arahan program director) tidak ragu untuk memberi porsi
kepada Pepi untuk berperan sebagai co-host. Bukan tidak mungkin,
clethukan dan senthilan si Pepi sudah juga menjadi kejutan yang kita
tunggu. Hal yang sama juga diberikan kepada Vega “Ngatinem”,
waitress di Barnya “Empat Mata”. Dalam hal ini, Tukul mempunyai
kemampuan untuk berbagi dengan pendamping-pendampingnya. Mungkin
baru ini, ketika seorang host tidak lagi dominan dalam mengantar
sebuah acara.
Belum lagi, ketika kewibawaan host menjadi sebuah hal yang tidak
lagi perlu dijaga. Betapa tidak, seorang bintang tamu “Empat Mata”
dengan sah-sah saja melecehkan host acara. “Empat Mata” edisi Model,
yang menghadirkan Donna Harun, Robby Tumewu, Arzeti Bilbina dan Olga
(ExtravaganzABG), memperlihatkan bagaimana seorang HOST dicuekin
oleh bintang tamunya. Inilah magnet lain “Empat Mata”.
(bersambung)
Muhammad Fajar -
masfajarbagus[at]yahoo.com
Krapyak Wetan 98,
Panggungharjo,
Sewon, Bantul
Daerah Istimewa Yogyakarta
[ Buku Tamu Tukul
Arwana ] [ Opini & Kreativitas Masyarakat ] [
Dokumentasi ] [
Kembali ke Habitat ]
|

Diambil dari kapanlagi.com, Mas Tukul berbaju Orange,
sama kek warna favorit kita di Bali Orange

Tukul- pic by pisangkremes.com

Saya, paling kanan dan
Para pecinta Tukul Arwana - Tim
Bali Orange
Communications
Wajah-Wajah Tim Bali Orange
Layanan Bali Orange
[Hosting+Domain]
Pelanggan Bali Orange
|