Pages
-
Archives
-
Categories
-
Link List
14 April, 2007 |
Jusuf Kalla Ikut Dihinggapi Idiom Tukul Arwana
Idiom Tukul Arwana yang sedang ‘ngetop’, yaitu ‘Kembali ke laptop’, ternyata tidak hanya menghinggapi masyarakat kebanyakan, tetapi juga Wakil Presiden M Jusuf kalla.
“Jadi kita kembali ke laptop,” kata Wapres M Jusuf Kalla yang disambut tawa ratusan mahasiswa peserta Perkaderan Mahasiswa Angkatan II Partai Golkar di Cibubur, Jakarta, Senin (9/4) malam.
Ungkapan tersebut dilontarkan Wapres ketika dalam sesi tanya jawab salah seorang mahasiswa mempertanyakan komitmen Partai Golkar dalam ikut memperjuangkan kepentingan rakyat. Dalam pandangan mahasiswa, Partai Golkar dinilai tidak memperjuangkan sepenuhnya kepentingan rakyat.
Atas pertanyaaan mahasiswa tersebut, Wapres justru balik bertanya apa yang dimaksudkan dengan kepentingan rakyat tersebut, karena hal itu memiliki arti yang sangat luas.
“Contohnya dalam kenaikan harga Bahan bakar Minyak (BBM), soal impor beras dan soal fasilitas laptop anggota DPR,” kata salah seorang mahasiswa.
Mendapat contoh-contoh dari mahasiswa tersebut, Wapres dengan cepat memotong, “Jadi kita kembali ke laptop,” kata Wapres sambil menggerakkan tangannya sedikit menirukan gaya Tukul Arwana.
Kontan, seluruh hadirin yang ada dalam ruangan ikut tertawa terpingkal-pingkal. (*/boo)
Sourced from : http://www.kapanlagi.com/h/0000166102.html
1 comment to “Jusuf Kalla Ikut Dihinggapi Idiom Tukul Arwana”
lilis, June 15th, 2007 at 4:45 pm:
-
Pak wapres…hati-hati, jangan sampai sampean kalah ngetop sama mas Tukul
he..he..he…
Your comment:
You must be logged in to post a comment.
Ngerti po ora boso kuwi mas? Bali wae ning ndeso yen ra mudeng ... hehehe
Hak cipta ditanggung sendiri oleh pembaca - Isi dari website bukanlah pernyataan resmi atau mendeskreditkan Tukul Arwana.
Isi adalah semangat kebersamaan para pecinta Tukul Arwana. Website ini berstatus BO (Bimbingan Orangtua)
Semua isi bertujuan untuk kocok-kocok perut Anda, tanyalah kepada Orang Tua bila tidak ngerti maksud bahasa diatas
Generasi muda sekarang lebih suka bahasa kota drpd bahasa NDESO. Bahasa NDESO lebih dimengerti oleh orang tua Anda.
Ajarkanlah Anak Anda Bahasa Ndeso, baru Bahasa Kota, trus Bahasa lain (Inggris, Belanda, Bali, Sumba, Papua, dll).
Ojo lali kowe Le, asalmu ki teko ndeso, pelosok, hutan sana lo, melu boso ndeso artine melestarikan budayamu dewe,
ben ra punah. Conto'nen masmu Tukul Arwana kuwi.






