Pages
-
Archives
-
Categories
-
Link List
4 February, 2007 |
Amplop Poundsterling Tukul Arwana
Tukul Arwana (GATRA/Edward Luhukay)BERPROFESI sebagai pelawak, Tukul Arwana, 43 tahun, kerap bertemu hal-hal menggelikan. Paling tidak setahun sekali ia merasa mendapat pengalaman lucu. Tahun lalu, misalnya, pria bernama asli Riyanto –juga bisa dipanggil Ryan– ini sempat keki ketika menghadiri resepsi pernikahan temannya.
Acara itu digelar di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. “Dia itu polisi,” katanya. Sampai di tempat tujuan, dengan penuh percaya diri, Tukul memasukkan amplop ke dalam kendi yang disiapkan panitia. “Nggak pakai tanya-tanya dulu, wis tinggal bleng aja,” katanya kepada Ajeng Ritzki Pitakasari dari Gatra.
Eh, setelah masuk, ia terheran-heran. “Lho, kok dia itu ternyata bukan teman saya,” ujarnya dengan logat yang medok. Rupanya, resepsi pernikahan temannya itu berlangsung di aula Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, sedangkan Tukul datang ke aula Mabes Polri, yang saat itu juga tengah dipakai untuk resepsi pernikahan seorang personel polisi. “Soalnya dekat sih, jadi saya nggak tahu,” katanya.
Merasa tanggung, Tukul sempat cukup lama di tempat itu. “Saya sudah memasukkan poundsterling ke kendi. Masak saya tarik lagi?” imbuhnya. Aih, gaya banget pakai poundsterling segala? “Lho, itu kan mata uang paling tinggi dan paling stabil di dunia,” jawabnya sambil tertawa. Dasar pelawak!
Sumber : http://www.gatra.com/2006-05-21/artikel.php?id=94609
4 comments to “Amplop Poundsterling Tukul Arwana”
penggemar, March 20th, 2007 at 9:36 pm:
-
dasar pelawak, sengaja ato engga, tetep aja kocak
raden_ngabehi, April 12th, 2007 at 3:41 pm:
-
wah dasar ndeso, ora wani takon disik. opo wedi yen congore medeni bocah. he he he just kidding
cempluk, April 14th, 2007 at 3:06 am:
-
SEMAKIN KATROK SEMAKIN MARKETABLE
Salam Katrok
ada sementara kalangan mengatakan ke-katrok-an dan eksploitasi kebodohan tukul tidak mendidik, padahal menurut hemat saya justru hal semacam itu yg lagi dibutuhkan oleh bangsa kita. pengakuan akan jati diri yang sesungguhnya, blak-blakan lebih bermanfaat untuk mendidik ketimbang mengumbar kepalsuan-kepalsuan. itu sebabnya acara”eMpaT-mAtA” yang cenderung mengeksploitasi keluguan, kepolosan, ke-Ndesoan, seolah menjadi penyembuh dahaga publik yang selama ini penat dengan management kepalsuan yang terorganisir rapi di negeri ini.
saya harap eMpAt mAtA dan tukul jgn sampai kehilangan unsur ke-Ndesoan, keluguan dan kepolosan. saya yakin semakin Ndeso akan semakin eksis. bukankah kita tahu bahwa jati diri bangsa ini yang sesungguhnya masih bertengger di perkampungan. jiwa patriotisme dan Nasionalisme lebih dimiliki orang-orang Ndeso ketimbang “wong Kuto”. lagu kebangsaan kita lebih fasih dihafal orang-orang katrok ketimbang “intelektual Picisan” yang hanya bisa “ngomong” tapi gak becus “momong”.
saya yakin bangsa ini lebih membutuhkan “Guyonan tapi menyentuh kesejatian” daripada “Diskusi serius tapi hasilnya jadi guyonan”.kepada TIM eMpAt mAtA mohon kiranya dapat memperluas segmen Bintang Tamunya. saya mengusulkan kiranya kedepan dapat mengundang rakyat kecil dari kampung. atau mas tukul di ajak njebur rawa mancing belut atau mbakar singkong bareng-bareng dengan orang2 katrok di perkampungan, safari keliling kampung di 27 propinsi (eh ma’af 26 propinsi ya? kan yang satu udah dikorbankan untuk mempertahankan tahta?)akan semakin menambah energi empat mata, trans 7 dan tukul arwana. dan yang lebih penting, proses pendidikan dan pembiasaan mengakui kelemahan diri sendiri, kesederhanaan, dan ketidak-munafikan dapat ditransfer secara dinamis dan efektif ke seluruh pelosok negeri ini.
Metro, 13 April 2007
salam Katrok
dari
C E M P L U K
lilis, June 15th, 2007 at 5:47 pm:
-
Mas Tukul memang katrok sih…
Tapi saya heran lah..wong mas Tukul kan wong ndeso..kok bisa megang duit Poundsterling….itu baru luarbiasa.
Your comment:
You must be logged in to post a comment.
Ngerti po ora boso kuwi mas? Bali wae ning ndeso yen ra mudeng ... hehehe
Hak cipta ditanggung sendiri oleh pembaca - Isi dari website bukanlah pernyataan resmi atau mendeskreditkan Tukul Arwana.
Isi adalah semangat kebersamaan para pecinta Tukul Arwana. Website ini berstatus BO (Bimbingan Orangtua)
Semua isi bertujuan untuk kocok-kocok perut Anda, tanyalah kepada Orang Tua bila tidak ngerti maksud bahasa diatas
Generasi muda sekarang lebih suka bahasa kota drpd bahasa NDESO. Bahasa NDESO lebih dimengerti oleh orang tua Anda.
Ajarkanlah Anak Anda Bahasa Ndeso, baru Bahasa Kota, trus Bahasa lain (Inggris, Belanda, Bali, Sumba, Papua, dll).
Ojo lali kowe Le, asalmu ki teko ndeso, pelosok, hutan sana lo, melu boso ndeso artine melestarikan budayamu dewe,
ben ra punah. Conto'nen masmu Tukul Arwana kuwi.






