Doc ttg TUKUL "REYNALDI" ARWANA
host Empat Mata -
Trans7
website versi:
NdEso V.1 (Dalam taraf pembenahan menuju ke kota)

Minggu, 14 Jan 2007,
Ingin Bahagiakan Istri dan Anak
Pemilik nama asli Rianto itu sepertinya tengah menikmati masa
keemasan. Coba bandingkan dengan belasan tahun sebelumnya, Tukul
bukan siapa-siapa. Pada 1995, saat dirinya diajak hijrah ke Jakarta
oleh salah seorang teman, Joko Dewo, Tukul hidup serba kekurangan.
Bekerja sebagai penyiar radio humor SK, gaji pria yang sering
dipanggil sebagai Lele Dumbo karena kumis jarangnya itu hanya cukup
untuk membayar separo sewa kontrakan di kawasan Cipete. "Uang
ngontrak Rp 150 ribu sebulan. Gaji saya sebagai penyiar cuma Rp 75
ribu. Untuk nutupin sisanya, saya kerja serabutan atau pinjam teman.
Saking seringnya saya pinjam uang, teman-teman sampai takut ketemu
saya," kenang Tukul.
Berbagai profesi pernah dijajal Tukul untuk bertahan hidup di
Jakarta bersama istri tercintanya, Susiana, 38. "Mulai bikin sumur
pompa, jadi MC acara kawinan, sampai jadi sopir. Pokoknya, apa saja
asal menghasilkan uang," papar komedian yang gemar menyebut dirinya
sebagai Reynaldi, cover boy majalah sobek, itu.
Tukul pun bercerita keprihatinan yang dijalaninya semasa hidup
mengontrak. Jangankan televisi, saat itu rak piring saja masih
sebatas keinginan. "Karena nggak ada rak, piring sama perabotan
dapur lain hanya ditaruh di lantai dengan dialasi koran. Belum ada
meja-kursi. Cuma ada kasur dan satu lemari," akunya.
Titik cerah karir Tukul sebagai pelawak terbuka pada 1997 saat
dirinya terlibat acara Opera Sabun Mandi SCTV. "Saat itu, saya baru
mulai pegang duit sampai jutaan. Yah, sudah bisa makan makanan
enaklah," ungkapnya.
Kerja kerasnya lambat laun makin menampakkan hasil. Pada 1999, Tukul
bisa membeli rumah petak yang selama ini disewanya. Kemudian, dia
membeli beberapa petak tanah di sampingnya hingga menjadi rumah
pribadinya sekarang. Tidak hanya itu. Di daerah yang sama, Tukul
memiliki tiga rumah yang dikontrakkan.
Impian seorang Tukul sebenarnya sangat sederhana. Dia ingin membuat
istri dan putri semata wayangnya, Novita Eka Afriana, 7, bahagia. "Asal
melihat mereka bahagia, saya puas. Buat saya sendiri, bisa masuk TV
saja sudah untung. Dulu kalau saya mau masuk TV, saya kirim surat ke
teman-teman di kampung supaya nonton," paparnya.
Satu obsesi yang ingin diwujudkan Tukul adalah memiliki paket lawak
sendiri bersama rekan-rekannya. "Saya pengin ngajak rekan-rekan yang
belum dapat kesempatan. Dengan catatan, mereka harus mau menerima
masukan dari saya. Sebab, melawak di TV dengan di panggung sangat
berbeda," ujarnya.
Sumber : Jawa Pos
[ Buku Tamu Tukul
Arwana ] [ Opini & Kreativitas Masyarakat ] [
Dokumentasi ] [
Kembali ke Habitat ]
|

Diambil dari kapanlagi.com, Mas Tukul berbaju Orange,
sama kek warna favorit kita di Bali Orange

Tukul- pic by pisangkremes.com

Saya, paling kanan dan
Para pecinta Tukul Arwana - Tim
Bali Orange
Communications
Wajah-Wajah Tim Bali Orange
Layanan Bali Orange
[Hosting+Domain]
Pelanggan Bali Orange
|